Sebuah Catatan Harian untuk Menemani Ritualmu
Buku ini bukan sekadar kumpulan kata-kata. Anggaplah ia teman yang duduk di seberang mejamu setiap pagi, sore, atau kapan pun kamu butuh jeda.
Selama seratus hari ke depan, mari temukan makna dalam setiap tegukan. Dari pahitnya yang membangunkan, manisnya yang menenangkan, hingga hangatnya yang memeluk. Tak ada bahasa rumit di sini, hanya ada rasa yang akrab.
Selamat menikmati perjalanan 100 hari ini. Semoga setiap halaman menjadi bagian dari ritual sederhanamu.
Sampai jumpa di dasar cangkir.
Hari 1: Kopi pertama hari ini adalah tombol 'mulai' untuk jiwa.
Hari 2: Jangan bicara padaku sebelum kopi pertamaku. Kalimat klise yang selalu benar.
Hari 3: Pagi yang berkabut paling indah ditemani secangkir kopi hangat.
Hari 4: Alarm membangunkan tubuh, kopi membangunkan semangat.
Hari 5: Hitam, pahit, dan jujur. Persis seperti awal hari yang kita butuhkan.
Hari 6: Ada harapan di setiap cangkir pagi. Harapan untuk hari yang lebih baik.
Hari 7: Ritual pagi ini sederhana: buka mata, seduh kopi, taklukkan dunia.
Hari 8: Energi paling murni datang dari biji kopi yang diseduh dengan hati.
Hari 9: Secangkir kopi pagi adalah cara terbaik berdamai dengan hari Senin.